Amal Jama’i

Akhwatmuslimah.com – Amal jama’i bukanlah bekerja sendiri-sendiri dalam suatu kelompok. Amal jama’i adalah suatu pekerjaan oleh orang-orang yang terstruktur, satu komando, satu perintah, dan ada spesialisasi da’wah.

Alasan Beramal Jama’i :
1. Amal jama’i adalah kebutuhan yang tidak bisa dihindari oleh setiap manusia. Bahkan untuk makan saja adalah hasil amal jama’i. Imam Ali berkata : “Daki hidup berjamaah lebih saya cintai daripada jernih sendiri.” Mengapa? Karena banyak orang yang mampu untuk suci sendiri, tetapi berapa banyak orang yang mampu bertahan dengan dinamika amal jama’i. Jadi kita harus tahan beramal jama’i. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, “

2. Amal jama’i adalah fitrah seluruh alam. Tata surya adalah amal jama’i. “Ada yang memimpin dan ada yang dipimpin.” Amal Jama’i adalah sebuah sunnatullah. Bahakan Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman (QS. 27 : 18)

3. Amal Jama’i adalah kewajiban syar’i. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, “Dan berpeganglah kamu semuanya kepada Tali (Agama) Allah dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa jahiliah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu daripadanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk.” (QS. 3 : 103)

Dalam kaidah tafsir, Allah Subhanahu wa Ta’ala sangat menekankan urgensi amal jama’i dengan ayat di atas, sampai-sampai memberi tiga kali penekanan, dengan perintah-Nya, yaitu :
Wa’tashimuu (Wajib berpegang teguh)
Jamii’a (SEMUA! Penegasan Allah)
Walaataqarrafuu (Jangan bercerai berai)
Wadzkuruni’matallah… (Ingatlah nikmat Allah ketika kamu berpecah belah…)
Jadi, “DA’WAH TIDAK BISA SENDIRI!” (Baik sendiri? No Way! –red)

Dan di dalam Surat Al Fatihah, kata yang digunakan adalah “Kami”, yang mengindikasikan bahwa da’wah harus selalu berjamaah.
Iyaa kana’bu ‘Kami’
Iyya kana ‘Kami’
Ihdinas “Kami’

Dan da’wah dilakukan adalah “Agar kami tidak disalahkan di hadapan Allah… (QS. )

HR. Tirmidzi, bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Laa ta’muruuna” wajib.. benar-benar wajib mencegah kemungkaran, jika tidak kamu lakukan maka akan Allah kamu dan orang-orang yang sholeh tidak diterima diantara kamu.”

Ali bin Abi Thalib berkata, “Sebuah kebenaran meski kebenaran, namun bila tak terorganisir, maka akan dapat dikalahkan oleh kejahatan yang terorganisir.”

Tujuan Beramal Jama’i

1. Distribusi pembagian tugas, jangan 4 L (Tau zii’ul ‘amal)
2. Meringankan beban da’wah (jangan potensi masing-masing) (Tahfiiful a’baaidda’wah)
3. Menumbuhkan potensi (tau thifuthaqqah)

Maka, tidak bisa tidak, amal jama’i wajib hukumnya bagi kaum muslimin. (ANW)

Share this post

scroll to top