Berjilbab Dulu atau Memperbaiki Hati Dulu?

Akhwatmuslimah.com – Assalamu ‘alaikum Wr. Wb. Bapak ustadz yang terhormat, Saya ingin bertanya perihal jilbab. Saya mempunyai seorang teman yang bertanya mengenai jilbab. Ia ingin menggunakan jilbab akan tetapi ia bingung apakah harus siap dan memperbaiki hati terlebih dahulu sebelum memakai jilbab atau langsung aja memakai jilbab dan urusan hati sambil berjalan?
Terima Kasih,
Wassalamu ‘alaikum Wr. Wb.

Fahru

Jawaban: 

Assalamu ‘alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Alhamdulilahi Rabbil ‘alamin, wash-shalatu was-salamu ‘alaa Sayyidina Muhammadin wa ‘alaa aalihi wa shahbihihi ajma’in, wa ba’du. Antara hati dan perbuatan sebenarnya sama-sama penting, sehingga tidak perlu dipilih mana yang harus diprioritaskan terlebih dahulu. Lagi pula, sulit untuk menilai urusan hati atau membuat standarisasinya. Kalau alasan belum mau pakai jilbab karena hatinya ingin diberesi dulu, sebenarnya agak mengada-ada. Sebab siapa yang akan menilai bahwa hati seseorang sudah bersih dan baik? Dan bagaimana cara menilainya? Lalu sampai kapankah hatinya sudah bersih dan siap untuk pakai jilbab?

Sebenarnya kewajiban memakai jilbab tidak pernah mensyaratkan seseorang harus bersih dulu hatinya. Kewajiban itu langsung ada begitu seorang wanita muslimah masuk usia akil baligh. Dan satu-satunya tanda bahwa dia sudah wajib memakai jilbab adalah tepat ketika dia mendapat haidh pertama kalinya. Saat itulah dia dianggap oleh Allah SWT sudah waktunya untuk memakai jilbab. Tidak perlu menunggu ini dan itu, karena kewajiban itu sudah langsung dimulai saat itu juga. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW kepada anak wanita Abu Bakar ra, Asma’ binti Abu Bakar ra.

Rasulullah SAW bersabda, “Wahai Asma’, seorang wanita bila telah haidh maka tidak boleh nampak darinya kecuali ini dan ini. Rasulullah SAW memberi isyarat kepada wajah dan tapak tangannya.”

Rasulullah SAW tidak mengatakan bahwa bila sudah bersih hatinya, atau bila sudah baik perilaku atau hal-hal lain, namun secara tegas beliau mengatakan bila sudah mendapat haidh. Artinya bila sudah masuk usia akil baligh, maka wajiblah setiap wanita yang mengaku beragama Islam untuk menutup auratnya. Dan uaratnya itu adalah seluruh tubuhnya kecuali wajah dan kedua tapak tangan.

Ketentuan ini juga diperkuat dengan firman Allah SWT di dalam Al-Quran Al-Kariem tentang kewajiban memakai kerudung yang dapat menutupi kepala, rambut, leher dan dada.

Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya… (QS. An-Nur : 31)

Namun bukan berarti kalau sudah pakai kerudung, boleh berhati jahat atau buruk. Tentu saja seorang wanita muslimah harus berhati baik, berakhlaq baik dan berperilaku yang mencerminkan nilai keimanan dirinya. Tapi semua itu bukan syarat untuk wajib pakai jilbab. Sebab keduanya adalah kewajiban yang tidak saling tergantung satu dengan yang lainnya.

Wallahu A’lam Bish-shawab
Wassalamu ‘alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Ahmad Sarwat, Lc.

  • adhe naffa baktiar

    Hati dan jilbab hrs sesuai tp tdk semudah membalikan tlpk tangan krn yg namanya manusia tdk luput dr salah hnya saja manusia hrs berusaha menjaga sikap dan prilakunya agar mencerminkan manusia yg beriman.

  • el rachma

    tapi bagaimanakah kalau seandainya kita sudah berjilbab dan ternyata dengan tidak sengaja melakukan suatu hal diluar batas, dan ada orang yang menegur “berjilbab kok begini, begitu” bukankah itu malah memberatkan bagi si pemakai jilbab ustad. selain dicap sebagai perusak nama baik jilbab itu sendiri, juga si pemakai jilbab tidak kuasa menanggung cercaan sebelum memang sifatnya benar-benar sudah bersih dari segala sifat tercela.

  • perkara hati… cuma Allah yg tau ukuran baiknya.
    tapi kalo mau dipakai logika untung rugi nya nih…

    andailah kita menganggap hati kita masih belum “bersih”, atau kalo mau ekstreme berhati jahat deh… maka kita berdosa karena jahat…

    nah kalo kita tidak pakai jilbab padahal sudah wajib…
    maka dosanya tambah lagi dapat bonus karena melanggar syariat islam tidak mengenakan jilbab…

    urusan hati baik atau jahat, siap atau tidak siap, syariat mengenakan jilbab melekat pada setiap muslimah tanpa ada kompromi…

  • izmy

    berjilbab adalah kewajiban bagi setiap muslimah…..
    soal menjaga hati hanya Allah dan diri sendiri yg tau sebesar apa niat untuk memperbaikinya…..

  • Eka Febriyanti

    Subhanallah…