Akhwatmuslimah.com– Di di Kota Pasuruan, Jawa Timur, Bambang,52, seorang tukang becak berkurban sapi seharga Rp13 juta dan diserahkan Bambang kepada takmir masjid Al Ikhlas dengan perasaan haru. Bagaimana tidak untuk berkurban seekor sapi, dia harus menabung uang recehan selama hampir 20 tahun. Dari hasil menabung itu, ia bisa membeli seekor sapi seharga Rp13 juta yang akan disembelih sebagai hewan kurban hari ini.

Suami dari Mahmudah, 46, yang hidup serba pas-pasan ini, dengan tekun menyimpan uang recehan dari hasil mengayuh becak. Bukan di dalam “celengan” atau bahkan di bank ia menabung uangnya. Uang receh dari pecahan Rp500, Rp1.000 hingga Rp50.000 disimpan ke dalam kotak rahasia di bawah bangku penumpang becak. Ia tak menyangka, uang hasil tabungannya telah mencapai Rp13 juta ketika dibuka beberapa hari lalu.

Uang yang dikumpulkannya dalam sebuah tas kresek, akhirnya cukup untuk mewujudkan niatnya membeli seekor sapi untuk kurban. “Saya sudah kepingin sejak lama untuk bisa kurban seekor sapi. Saya iri melihat orang bisa kurban setiap saat. Jalan satu-satunya, saya harus menabung. Saya yakin, kalau ada niat pasti akan terkabul keinginan itu,” ujar Bambang yang ditemui sesaat sebelum menyerahkan hewan kurban ke Takmir Masjid Al Ikhlas, Pucangan, Kelurahan Purworejo, Kota Pasuruan.

Untuk memenuhi kebutuhan hariannya, ia bergotong-royong dengan istrinya yang memiliki keahlian sebagai tukang pijat panggilan. Karena serba pas-pasan, tak jarang ia harus merelakan kotak penyimpanan uangnya dibongkar sematamata agar dapurnya tetap mengepul. “Kalau tidak punya sama sekali, saya nyukit (mencungkil kotak) celengan. Uang itu untuk membayar listrik atau membayar keperluan sekolah. Karena tidak setiap hari saya bisa membawa uang dari menarik becak,” kata Bambang yang tak pernah mengenyam pendidikan di bangku sekolah.

Sebagai penarik becak, setiap hari belum tentu bisa membawa uang Rp20.000 untuk kebutuhan rumah tangganya. Namun ia masih bisa menyisihkan tabungan dari uang yang diterima dari pelanggan abonemennya. Dua pelajar yang setiap hari memanfaatkan jasa dan tenaga Bambang, hanya membayar Rp3.000 sekali jalan.

Ayah Yosi Kurniawan, siswa kelas 2 SMKN 2 Kota Pasuruan, bukan kali ini saja menyisihkan tabungannya untuk berkurban pada Hari Raya Idul Adha. Beberapa tahun lalu, ia telah menyumbangkan seekor kambing untuk disembelih. Setahun lalu, ia berkurban dua ekor kambing di masjid yang tidak jauh dari rumahnya.

“Untuk membeli dua ekor kambing kurban, saya juga mengambilnya dari kotak celengan dibangku becak. Alhamdulillah, sisa tabungan itu terus saya tambah agar bisa membeli seekor sapi,” kata Bambang. Nur Salim Jamil, Takmir Masjid Al Ikhlas, mengaku terharu dengan niat tulus dan keikhlasan yang ditunjukkan seorang jamaahnya.

Dalam kesehariannya, Bambang dikenal suka membantu meski ia habis bekerja mengayuh becak. “Kami berharap, niat tulus ini menjadi motivasi bagi jamaah lainnya untuk bisa berkurban. Karena meski keadaan ekonominya yang pas-pasan, ternyata ia bisa menyisihkan uang dan berkurban. Semua itu didasarkan niat yang tulus dan ikhlas,” kata Nur Salim Jamil. (koran-sindo)