Ibu Guru atau Allah SWT yang Lebih Aku Taati?

Ilustrasi. (Foto : ayo-berjilbab.blogspot.com)

Ilustrasi. (Foto : ayo-berjilbab.blogspot.com)

Akhwatmuslimah.com –  Suatu hari, seorang gadis kecil baru saja pulang sekolah. Sesampainya di rumah, sang ibu melihat wajah anaknya murung, lalu sang ibu segera menanyakan apa yang membuat anaknya sedih. Lalu gadis kecil itu menjawab, “Wahai ibunda, ibu guru telah mengancam akan mengusirku dari sekolah, karena pakaian panjang yang aku kenakan ini.”

Sang ibu menjawab dengan penuh kasih sayang,
“Wahai putriku,  bukankah pakaian yang kau kenakan ini yang dikehendaki Allah, wahai putriku?”

Sang gadis menjawab, “Benar ibunda, tetapi mengapa ibu guru tidak menghendakinya?”

Ibunya berkata lagi, “Baiklah anakku, ibu guru tidak menghendakinya, tetapi Allah menginginkannya. Lantas, siapa yang kamu taati? Apakah kamu menaati Allah yang menciptakanmu, mecantikkan wajahmu, dan telah memberi nikmat kepadamu? Ataukah, kamu menaati makhluk yang tidak memiliki sesuatu manfaat ataupun bahaya untuk dirinya sendiri?”

“Tentu aku akan menaati Allah SWT,” gadis kecil itu menjawab dengan keluguannya.

Kemudian sang ibu menjawab sambil memujinya, “Bagus, dan benarlah kamu, wahai putriku.”

Esoknya sang gadis kembali ke sekolah dengan tetap mengenakan baju panjang (jilbab). Ketika ibu gurunya melihat sang gadis, ia mencaci maki gadis itu dengan kasar. Sang gadispun tidak berdaya menghadapi caci maki itu yang juga diiringi oleh pandangan teman-temannya, maka tak ada yang ia lakukan selain menangis.

Kemudian gadis itu mengucapkan kalimat yang singkat tetapi memiliki makna yang agung,  “Demi Allah, saya tidak mengetahu siapa yang lebih aku taati, ibu atau Dia?”

Sang ibupun bertanya keheranan, “Siapakah Dia yang kamu maksud?”

“Dia adalah Allah. Apakah aku akan menaati ibu dengan berpakaian seperti yang ibu kehendaki, sehingga aku mendurhakai-Nya? Ataukah, aku menaati-Nya dan durhaka kepada ibu? Aku akan menaati-Nya SWT, dan biarlah apapun yang terjadi,” jelas murid itu.

Betapa indah dan menyentuhnya kata-kata yang diucapkan seorang gadis cadel, yang menunjukkan ketaatannya perintah Allah Yang Maha Esa lagi Maha Perkasa.

Tapi, sang ibu guru tidak diam saja, ia lantas memanggil sang ibu gadis itu lalu berkata,

“Sungguh, putrimu telah memberikan nasihat kepadaku dengan nasihat terbesar yang pernah kudengar seumur hidupku.”

Benar sekali sobat, ibu guru itu menerima nasihat yang diberikan oleh  muridnya yang masih kecil. Padahal tentu saja sang ibu guru telah banyak mengenyam banyak pendidikan. Tapi ternyata, seorang wanita yang ilmunya lebih tinggi, tidak menghalanginya untuk menerima nasihat yang diberikan oleh muridnya. Juga kita ucapakan selamat pada sang gadis kecil dan ibu guru yang telah mendapatkan tarbiyah islamiyah dan berpegang teguh dengan itu. Tak lupa, selamat untuk sang ibu gadis kecil yang telah berhasil menanamkan kecintaan kepada Allah dan Rasul-Nya dalam diri anak gadisnya.

Untaian kisah yang bisa membuat semangat dan motivasi kita sebagai muslimah bangkit,

Mari bangkit bersama!

Sumber :  ‘Membentuk Muslimah Militan’ oleh Najib Khalid Al-‘Amir, ishmaryam

 

Share this post

scroll to top