5 Tahap Kehidupan Pernikahan

Ilustrasi. (Foto : islamic-hdwallpapers.blogspot.com)

Ilustrasi. (Foto : islamic-hdwallpapers.blogspot.com)

Akhwatmuslimah.com –  Menikah dan hidup berumah tangga telah menjadi salah satu disiplin keilmuan tersendiri yang dikaji dan dipelajari secara sangat luas dan mendalam. Mengamati perilaku pasangan suami istri (pasutri) dalam rentang waktu panjang, sejak awal pernikahan hingga mereka menjadi tua, sebagian di antara mereka bertahan dalam hidup berumah tangga, sebagian lainnya memilih jalan berpisah. Perilaku ini mendapat pencermatan tersendiri oleh banyak psikolog dan konselor pernikahan.

Salah satu pakar itu adalah Dawn J. Lipthrott, LCSW, seorang psikoterapis dan marriage and relation educator and coach, yang menyatakan ada lima tahap perkembangan dalam kehidupan pernikahan. Dawn mengamati kehidupan pernikahan berkembang dalam tahapan yang bisa diprediksikan sebelumnya. Namun perubahan dari satu tahap ke tahap berikut tidak memiliki batas waktu yang pasti. Memahami adanya tahapan dalam hidup berumah tangga itu bisa membuat pasutri melakukan evaluasi bersama dan mengusahakan hal terbaik agar bisa melampaui berbagai tahapan dengan sebaik-baiknya.

Tahap pertama: romantic love

Pada tahap ini pasutri sama-sama merasakan gelora cinta yang menggebu. Hal ini terjadi di awal masa pernikahan, yang banyak disebut orang sebagai bulan madu. Suami dan istri berada dalam suasana kegairahan cinta yang membara, ingin selalu bersama, merasakan ikatan yang sangat kuat di antara mereka, tidak mau ada yang memisahkan mereka.  Pasutri selalu ingin melakukan kegiatan bersama-sama dalam situasi romantis dan penuh cinta. Makan bersama, olahraga bersama, jaaln-jalan, belanja, membersihkan rumah, tidur bahkan mandi bersama. Mereka berdua seakan menikmati surga dunia yang sangat indah dan serba menyenangkan. Istilah “mawaddah” tepat untuk menggambarkan situasi asmara yang menggebu ini.

Tahap kedua: disappointment or distress

Jika romantic love membuat pasutri serasa berada di atas awan indah maka pada tahap disappointment ini mereka merasa mulai turun ke bumi. Mulai melihat realitas-realitas hidup yang sesungguhnya dan mulai melihat adanya cela pada pasangan. Saat mengalami tahap romantic love, berbagai kesalahan kecil bahkan tampak sebagai kelucuan yang menggemaskan dan ditertawakan bersama. Berbeda saat memasuki tahap kedua ini.

Pada tahap kedua, pasutri mulai saling menyalahkan, memiliki rasa marah dan kecewa terhadap pasangan, berusaha menang atau lebih benar dari pasangannya. Kadang suami atau istri berusaha untuk mengalihkan perasaan stres yang memuncak akibat konflik dengan pasangan ini dengan curhat kepada orang Iain, bahkan kembali menjalin hubungan dengan mantan, atau mencurahkan perhatian ke pekerjaan, hobi, anak, organisasi, atau hal lain sesuai minat masing-masing. Jika tidak dikelola dengan baik, tahapan ini bisa membawa pasutri ke dalam situasi yang negatif dalam hubungan dengan pasangannya. Beberapa orang yang gagal melalui tahap ini memilih berpisah dengan pasangannya.

Tahap ketiga: knowledge and awareness

Tahap ketiga ini bercorak dewasa. Ada perenungan dan kesadaran pada diri suami dan istri memiliki kualitas hidup berumah tangga yang lebih baik.

Pasutri yang sampai pada tahap ini akan lebih memahami bagaimana posisi diri dan pasangannya. Mereka sibuk mencari informasi tentang bagaimana kebahagiaan pernikahan itu terjadi. Biasanya mereka lakukan dengan berdiskusi, membaca artikel, meminta kiat-kiat kebahagiaan rumah tangga, kepada pasangan lain yang lebih tua atau mengikuti seminar-seminar dan bahkan konsultasi perkawinan.

Tahap keempat: transformation

Tahap keempat bercorak kematangan hubungan. Jika pencarian informasi tentang kebahagiaan pernikahan itu berhasil mereka dapatkan maka akan membuat mereka semakin menghayati makna kehidupan berumah tangga. Mulai tumbuh penghormatan dan pemuliaan yang tulus kepada pasangan.

Suami dan istri pada tahap ini akan berusaha melakukan perbuatan yang mampu membahagiakan hati pasangannya. Suami dan istri akan berusaha membuktikan bahwa dirinya adalah sahabat yang tepat bagi pasangannya. Dalam tahap ini sudah berkembang sebuah pemahaman yang menyeluruh antara satu dengan yang lainnya dalam menyikapi perbedaan dan konflik yang terjadi. Saat itu, suami dan istri akan saling menunjukkan penghargaan, empati dan ketulusan untuk mengembangkan kehidupan perkawinan yang bahagia.

Tahap kelima: real love

Tahap kelima ini bercorak kesejiwaan antara suami dan istri. Istilah “rahmah” tepat menggambarkan situasi hubungan pasutri pada tahap real love ini.

Pada tahap kelima ini, pasutri akan kembali dipenuhi dengan keceriaan, kemesraan, keintiman, kebahagiaan, dan kebersamaan dengan pasangan. Waktu yang tersisa akan mereka habiskan untuk saling memberikan perhatian satu sama lain. Suami dan istri semakin menghayati cinta kasih pasangannya sebagai realitas yang menetap. Inilah cinta yang dewasa, cinta yang penuh makna dan kesungguhan jiwa.

Untuk mencapai tahap ini tidaklah sulit, sepanjang ada usaha bersama. “Real love sangatlah mungkin untuk Anda dapatkan bersama pasangan jika Anda berdua memiliki keinginan untuk mewujudkannya. Real love tidak bisa terjadi dengan sendirinya tanpa usaha dari Anda berdua,” ungkap Dawn. [ ]

=====

Sumber : Wonderful Couple: Menjadi Pasangan Paling Bahagia, Cahyadi Takariawan, diterbitkan oleh PT. Era Adicitra Intermedia.

Share this post

scroll to top