Akibat Sombong, Wanita Ini Gagal Menjadi Manajer Sebuah Perusahaan Terkenal

Ilustrasi. (Foto : paulmurdocharchitects.com)

Ilustrasi. (Foto : paulmurdocharchitects.com)

Akhwatmuslimah.com – Dalam Al Quran Allah swt. Berfirman agar kita tawadhu’, dengan mengatakan “wakhfidh janahaka“. Sebab denga tawadhu anda akan terhormat. Tawadhu adalah cara terbaik untuk memuliakan orang lain dan diri sendiri. Sebaliknya kesombongan adalah jalan kehinaan.

Lebih dari itu tawadhu akan membuat orang lain kagum sehingga anda dimudahkan mendaki karir yang lebih tinggi. Sebaliknya kesombongan akan menghancurkan karir dan akan membuat diri menjadi hina.

Simaklah kisah berikut :

Suatu pagi terlihat seorang wanita berpenampilan menarik berusia 40-an sambil membawa anaknya memasuki area perkantoran sebuah perusahaan terkenal. Karena masih sepi, mereka duduk di taman di samping gedung untuk sarapan sambil menikmati hamparan hijau rumput.
Selesai makan, si wanita membuang sembarangan tissue bekas pakai.

Tidak jauh dari situ, seorang kakek tua berpakaian sederhana memegang gunting sedang memotong ranting-ranting.

Si kakek itu menghampiri dan memungut sampah tissue itu dan membuangnya ke tempat sampah.

Beberapa waktu kemudian, kembali wanita itu membuang tissue lagi, tanpa rasa sungkan kembali si kakek memungut dan membuangnya ke tempat sampah.

Sambil menunjuk ke arah sang kakek, si wanita itu dengan angkuh berkata ke anaknya: “Nak, kamu lihat, jika kamu tidak sekolah dengan benar, nanti kamu cuma jadi seperti kakek itu, kerjanya mungutin dan membuang sampah, pekerjaan kotor seperti kakek itu”.



Si kakek meletakkan gunting dan menyapa ke wanita itu: “Maaf, ini taman pribadi, bagaimana ibu bisa masuk kesini?”

Wanita itu dengan angkuh menjawab: “Aku adalah calon manager yang dipanggil oleh perusahaan ini.”

Di waktu yang bersamaan seorang pria dengan sangat sopan dan hormat datang menghampiri sambil berkata: “Pak Presdir, saya hanya mau mengingatkan rapat sebentar lagi akan dimulai.”

Sang kakek mengangguk, lalu sambil mengarahkan matanya ke wanita itu, dia berkata: “Manager, tolong untuk wanita ini, saya sampaikan dia tidak cocok untuk mengisi posisi apapun di perusahaan kita.”

Sambil melirik ke arah si wanita, si Manager kemudian menjawab: “Baik Pak Presdir, kami akan laksanakan sesuai perintah Bapak.”

Setelah itu, sambil berjongkok sang kakek mengulurkan tangan membelai kepala si anak: “Nak, di dunia ini, yang penting adalah belajar untuk menghormati orang lain, siapapun dia, direktur ataupun tukang sampah”.

Si wanita tertunduk malu, tanpa berani memandang si kakek.
(Dan ternyata sang kakek itu adalah Bob sadino).

Saya dapatkan dari Pak Adyaksa Daualt tentang apa yang pernah dialami Bob Sadino:
Rev Mental ala Om Bob Sadino (seorang kolomerat di negeri ini).

=======

Sumber : Dr Amir Faishol Fath

Share this post

scroll to top