Istriku yang Membayar Biaya Ber-Ramadhan Setiap Tahun di Mekkah….

Ilustrasi. (Foto: albayan.ae)

Ilustrasi. (Foto: albayan.ae)

Akhwatmuslimah.com – “Kok bisa?”
Inilah kenyataan yang saya hadapi di Mekkah tahun ini yang membuat saya bertambah yakin bahwa bagi-Nya, tidak ada yang mustahil.
Diantara orang orang hebat yang sempat saya berkenalan selama di Haram, adalah seorang bapak dari Malaysia. Sebagaimana orang Malaysia lainnya, rupa dan postur tubuhnya tidak berbeda dengan orang Indonesia. Bapak inipun semula saya pikir dari Indonesia. Biasa sebagai kalimat pembuka, selalu saya awali:
“Bapak Indonesianya dimana?”
“Sudah berapa hari di Saudi? maksudnya Mekkah dan Madinah”.

Tapi kali ini ternyata orang yang saya sapa tersebut bukan orang Indonesia. Bapak Umar ini berasal dari Trenggano, pantai timur semenanjung Malaysia. Jaraknya sekitar 460 km dengan Kuala lumpur dengan masa tempuh lima jam bila dengan kendaraan pribadi.
Pak Umar yang wajahnya lebih muda dari usianya yang sudah 71th, nampak lelah dan raut yang memendam rasa sedih yang lama.

“Saya Alhamdulillah setiap bulan puasa ke Mekkah. Tujuannya disamping ibadah adalah menziarahi istri saya tercinta yang wafat 12 tahun yl waktu kami sama2 umroh disini”.ujarnya perlahan dan berat.
“Istri saya wafat masih sangat muda, dalam usia 36 tahun,karena Meningitis” lanjutnya.
Kita tahu bahwa meningitis adalah infeksi pada selaput pelindung otak dan saraf tulang belakang. Bisa sangat serius dan berakibat dengan kematian.
Pemerintah Saudi Arabia sejak 2002 mewajibkan semua jamaah haji dan umroh untuk di vaksin meningitis sebelum berangkat ke tanah suci. Kalau di Indonesia dikenal dengan istilah kartu kuning karena memang kuning warna kartu yang dikeluarkan oleh Departemen Kesehatan RI, sebagai tanda kalau kita sudah divaksin meningitis.

“Waktu itu, dua belas tahun yang lalu saya dan istri sedang melaksanakan jamaah Taraweh di Masjidil Haram ini”, beliau memulai ceritanya.
Baru selesai 6 rakaat,istri saya minta pulang karena merasa dadanya sakit. Saya bawa ke Rumah Sakit, ternyata diagnosa dokter sakit karena virus Meningitis. Jiwanya tidak tertolong , dia wafat, dan dimakamkan di Ma’la kuburan terkenal d Mekkah.
Jadi, lanjut pak Umar, setiap tahun saya kemari dengan biaya almarhumah isteri saya.
“Kok bisa, pak?”, tanya saya dengan heran.
“Istri saya itu guru, jadi gaji pensiunan gurunya itu saya tabung. Setiap tahun pas seharga tiket umroh Ramadhan. Jadi uang pensiunnya itulah yang bisa melepaskan kerinduan saya pada istri sekaligus menziarahi dan berdoa untuk dia,” jelasnya . Terbayang sedih menggelayut diwajahnya dan matanya berkaca-kaca
“Luar biasa kebaikan istri saya ini, ternyata kebaikan almarhumah ini bukan saja semasih dia hidup dapat saya rasakan, setelah meninggalpun kebaikan dia masih mengalir luar biasa kepada saya dan anak-anak kami,” kata Pak Umar berkata lirih sambil mengusap matanya yang mulai basah. Alhamdulillah, biarpun wafatnya relatif muda, tapi kami dikurniai 6 orang anak. Gaji saya ditambah dengan pensiunan almarhumah Alhamdulillah telah saya gunakan untuk menyelesaikan semua sekolah anak-anak, sambungnya lagi. Sekarang anak-anak sudah selesai semua. Jadi uang pensiunannya khusus saya gunakan untuk biaya saya menziarahinya di tanah mulia dan disetiap bulan mulia ini. “Suatu rahmat Allah yang luar biasa yang saya nikmati,” katanya.

Menjelang azan dhuhur, beliau mengatakan pada saya: ”Agak sakit pula dada saya ini sekarang.” “Mudah2an sempat saya tunggu solat zuhur berjamaah,” harapnya. Setelah sholat dhuhur dia pamit, dan saya katakan : ”Semoga bapak sehat seperti sediakala”. “Amin” ujarnya, sambil berdiri dan berlalu dengan tetap memegang dadanya.
Dalam hati saya berdoa :”Ya Allah berikan yang terbaik pada sahabat yang baru saya kenal ini”.

Rencana Allah jua yang berlaku apakah beliau diperkenankan terus setiap tahun menziarahi almarhumah isterinya ataukah Allah akan mempersandingkan beliau sama-sama di kuburan Ma’ala.
Wallahu a’lam bissawab.
Cinta yang abadi… Masya Allah..
Allahu Akbar.. Maha Besar Allah yang Maha Kasih pada hambanya.
Ternyata Rahmat Allah itu Maha luas terhadap semua hambaNya.

Bekasi, Pertengahan Syawal 1437 H. [ ]

==

Sumber: Elly Risman & Family

Share this post

scroll to top