Dahulu Perempuan Umat Kita Terpelajar

Ilustrasi. (Foto : infomuallaf.blogspot.com)

Ilustrasi. (Foto : infomuallaf.blogspot.com)

Akhwatmuslimah.com – Ada sebuah kisah yang indah dari sejarah Andalusia. Khalifah pada saat itu sedang mencari seseorang untuk menikah dengan anak laki-lakinya. Dan khalifah tidak ingin sembarang orang menikah dengan anaknya. Ia menginginkan seorang gadis terbaik. Maka ia membuat pengumuman di kota Kordoba. Ia berkata, jika ada keluarga yang mempunyai anak perempuan yang siap menikah (kamu tahu.. sekitar 16-20 tahun), dan gadis itu telah menghafal seluruh isi Al Qur’an, letakkan sebuah lilin di jendela rumahmu malam ini.

Mereka berkata, seluruh kota menyala pada malam itu. Karena saat itu ada begitu banyak gadis yang telah hafal Al Qur’an. Kemudian khalifah tadi berkata, anak ku tidak dapat menikah dengan gadis sebanyak itu.

Kemudian ia mengumumkan di hari berikutnya. Siapapun yang mempunyai gadis yang telah siap menikah, yang telah hafal Al Qur’an, dan juga hafal sebuah buku tertentu fikih maliki, letakkan sebuah lilin di jendelamu malam ini. Dikatakan lagi bahwa malam itu, meski tidak sebanyak malam sebelumnya, namun hampir seluruh kota kembali di terangi nyala lilin.

Saya berani mengatakan bahwa jika kita ditanya tentang seluruh umat kita sekarang, untuk memiliki satu orang gadis yang siap menikah, telah menghafal seluruh Al Quran dan juga satu buku tertentu fiqh maliki selesai, atau buku fiqh lain. Kita tidak akan melihat sebuah lilin pun di jendela rumah-rumah kita malam ini.

Hal ini menunjukkan keadaan umat. Dan ini adalah sebuah tanda yang kita lihat saat perempuan-perempuan kita terpelajar, umat menjadi kuat. Untuk laki-laki yang terpelajar, selesai, laki-laki akan selalu terpelajar. Mereka akan selalu dibutuhkan. Kalian akan selalu membutuhkan seorang Imam. Tetapi ujian sebenarnya untuk umat adalah saat perempuan terpelajar.

Kalian lihat sekarang, sebagian besar perempuan-perempuan kita di beberapa bagian di bumi, mereka tidak bisa masuk ke dalam masjid. Mereka bahkan tidak akan mendapatkan ruangan untuk belajar sendiri di masjid. Kalian akan menemukan mereka selesai tahu tentang memasak dan bersih-bersih, sempurna! Ma syaa Allah, ini adalah semua yang kita butuhkan. TIDAK! Mereka harus terpelajar! Inilah mengapa Andalusia dilihat sebagai waktu ummat kita dalam kondisi yang baik.

Untuk mengetahui tentang islam, tidak, saya tidak mengatakan perempuan untuk pergi ke universitas dan belajar liberal arts dan akuntansi. Saya bicara tentang Islam. Supaya mereka datang ke pusat pembelajaran Islam untuk mempelajari agama. Kita harus memiliki perempuan-perempuan terpelajar. seolah-olah karena mereka adalah satu-satunya yang akan membangun sebuah bangsa. Para suami, kamu tahu, ayah tidak ada di sana untuk membesarkan anak. Ibu yang ada di sana. Jika sang Ibu tidak tahu tentang agama, apa yang akan Ia wariskan? Ini menunjukkah seberapa sehat kita, dan realitas ummat kita sekarang, kita sedang sangat sakit. Perempuan-perempuan tidak tahu apa-apa tentang Islam dan laki-laki sangat tidak terpelajar. Maka kita harus memutar balik situasi ini.

Sumber : nakindonesia

Share this post

scroll to top