Hadir Rasa Bosan Baca Qur’an? Begini Cara Mengatasinya

Ilustrasi. (Foto : lptqmaluku.com)

Ilustrasi. (Foto : lptqmaluku.com)

Akhwatmuslimah.com – Sahabatku, terkadang seringnya berinteraksi dengan qur’an, terlebih bagi kita santri penghafal qur’an, hadir rasa bosan, jenuh, capai membaca dan menghafal . Tentu hal ini akan berefek negatif manakala kita turuti dan dibiarkan berlarut.

Beberapa sebab munculnya perasaan-perasaan tersebut adalah dikarenakan dosa yang kita perbuat, amalan wajib dan sunnah yang tidak ditunaikan sebagaimana haqnya, banyaknya fikiran, tidak fokus dan yang esensial adalah karena kita hanya membaca qur’an dengan mata dan lisan saja. Sehingga seolah ‘hampa’ terasa dan ketentraman tak hadir di hati.

Utsman r.a sahabat Rasulullah SAW yang pernah menghatamkan 30 juz Al-Qur’an dalam 1 witir malamnya, pernah mengatakan bahwa “Jika hati itu baik, niscaya ia tak akan pernah jemu mendengar dan membaca ayat-ayat cinta Allah.”

Yaa. Salah satu solusi mengobati penyakit bosan dan kawan-kawannya, cobalah tilawatul qur’an dengan menyertakan hati, tak hanya membaca dengan mata dan lisan.

Sahabatku, kita juga bisa menyertakan emosi, yakni menunaikan sunnah dengan mengusahakan menangis saat tilawah. Jika tidak bisa, maka berpura-puralah menangis. Hal ini bisa dicapai diantaranya dengan menghiasi qur’an dengan suara/lagu nada sedih. Kita bisa menirukan Syaikh Musyari Rasyid, Fahd Al-Kandari, Muhammad Thaha Al-Junayd, atau yang sederhana Sa’ad Al-Ghomidi hafizhahullah. Sebagaimana hadits zayyinul qur’an, bi ashwaatikum.Tentu setelah tajwid kita sudah standart.

Selain itu, tilawah dengan menyertakan hati, membantu memberikan bekas (atsar) di hati kita. Hingga membuat kita khusyu’, bahagia, menghidupkan hati, hadir rasa rindu dan cinta kepada Allah dan negeri akhirat. Yang bahkan berefek pada aktivitas hidup keseharian kita, misal hati jadi berbunga-bunga, kita jadi murah senyum dan semacamnya. Dengannya pula, kita bisa betul-betul merasakan bahwa Al-Qur’an adalah obat (syifa’), ketenangan (sakinah) dan kekuatan (quwwah) yang menguatkan iman di dada kita.

Tips lainnya adalah dengan kembali menyadarkan diri dan menegaskan niat kembali bahwa membaca qur’an adalah agar kita bisa dekat-dekat dengan Allah, kekasih utama kita. Sebagaimana hati kita berbunga-bunga saat membaca surat orang yang kita cintai, maka demikian pula perasaaan saat kita membaca ayat-ayat Qur’an. Yang tak lain merupakan kalam-Nya, bukti wujudnya Allah sebagai Rabb kita. Dengannya pula, akan membuat hati kita lebih terikat dengan Al-Qur’an dan akan rindu meski baru beberapa jam tak bersamanya.

Wallahua’lam bishshowwab, Allahumarhamnaa bil Qur’an

========

 — (Tomi Emirhan As-Syam) – Artikel Pertama yang saya tulis setelah menjadi mahasiswa-mahasantri Pesantren Tinggi Al-Islam, Bekasi. Bismillah, semoga bukan per1 dan terakhir. hhe

Sumber : funtahfidz

Share this post

scroll to top